<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118</id><updated>2011-04-21T12:49:03.438-07:00</updated><category term='intro'/><title type='text'>Sumbar News</title><subtitle type='html'>The West Sumatera Tourism Info
www.sumbarnews.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-7559605937030180029</id><published>2007-11-08T01:57:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T02:06:24.631-08:00</updated><title type='text'>New Sikuai Island Resort</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RzLfmNWpreI/AAAAAAAAAEE/h-xsfWPJz7A/s1600-h/sikuaibanner1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RzLfmNWpreI/AAAAAAAAAEE/h-xsfWPJz7A/s320/sikuaibanner1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130408773041106402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judulnaskah"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Sikuai Surga Wisata&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;            &lt;tr&gt;&lt;td&gt;     &lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;Penjelajahan pesona alam Sumatera Barat tidak bakal lengkap bila tidak mengunjungi salah satu panorama alam pantai yang cukup mengagumkan, Pulau Sikuai.&lt;br /&gt;Pulau Sikuai yang masuk teritorial Kota Padang, semestinya menjadi pilihan utama bagi wisatawan menikmati pesona pantai terindah. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;&lt;td height="1" width="673"&gt;&lt;img src="http://www.kotasolok.org/images/dot.gif" height="1" width="673" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;Inilah salah satu pulau di Sumbar yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Untuk mencapainya pun hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dengan menggunakan speed-boat dari Pelabuhan Bungus. Petualangan wisata dapat dimulai dengan perjalanan menuju Pelabuhan Bungus, Jalan yang berkelok serta menaiki bukit menjadi suguhan pemandangan yang sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas bukit dapat kita nikmati hamparan birunya laut, pemandangan Kota Padang dan juga nampak kesibukan pelabuhan Teluk Bayur. Selain itu juga, di sepanjang jalan bisa kita lihat monyet-monyet bergelantungan dengan bebasnya di pohon. Hal ini membuat kita lupa akan kondisi jalan berkelok-kelok dan naek turun yang biasanya membuat mabuk darat. Saat sampai di Pelabuhan Bungus, pelabuhan ini adalah pelabuhan kecil yang jaraknya hanya beberapa kilo dari pelabuhan Teluk Bayur. Nampak sepi, karena tidak banyak kapal yang merapat di pelabuhan ini, karena kapal-kapal besar yang digunakan untuk berdagang atau untuk penumpang akan berlabuh di pelabuhan Teluk Bayur. Hanya tampak beberapa kapal nelayan kecil yang merapatkan kapal-kapalnya di pelabuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pelabuhan Bungus ini, ada kapal penyeberangan ke Pulau Sikuai, dan dalam satu hari dua kali yang diatur pihak resort, pertama pukul 10.30 WIB dan yang kedua pukul 15.00 WIB. Sampai di pelabuhan bungus penggunjung sudah ditunggu oleh pihak hotel yang mengabarkan speed-boat-nya sudah siap tapi kami masih harus menunggu satu rombongan lagi dari Jakarta yang belum datang. Hanya membutuhkan waktu hampir 20 menit dengan menggunakan speed-boat rombongan wisatawan sudah sampai di kawasan Pulau Sikuai yang berpasir putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan menuju pulau Sikuai, kembali mata kita dimanjakan dengan keindahan alam dari pantai pesisir Sumatera Barat ini. Nampak sebelah kiri jejeran pulau-pulau kecil dengan pesona pasir putih yang menarik. Dan di sebelah kanan seluas mata kita memandang, hamparan laut biru yang luas. Sesekali kami berpapasan dengan kapal-kapal nelayan tradisional yang sedang menangkap ikan. Semua ini menyadarkan kita akan kebesaran Sang Pencipta. Ombak yang tenang, pemandangan yang indah menjadikan perjalanan 45 menit ini terasa sangat singkat, akhirnya kami tiba di anjungan kapal Pulau Sikuai. Pulau seluas 5 hektar ini telah menjadi kawasan wisata yang di kuasai oleh kelompok Pusako dengan resort Sikuainya, jadi selain karyawan resort dan tamu, maka tidak ada lagi penduduk di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan Bungalow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, pengunjung dihadapkan pada pemandangan sebuah bukit yang menjulang di tengah pulau, deretan bungalow-bungalow yang tersusun rapih dan makin kagum melihat jernihnya air laut sehingga bisa melihat ikan yang berlari-lari di dalam jernihnya air. Air lautnya bewarna biru tua dan sangat bersih. Turun dari kapal, pengunjung disambut dengan welcome drink, air kelapa muda woww segarnya, setelah melakukan aktivitas check in, pengunjung langsung bisa membawa peratalatan renang, alat snorkling dan perbekalan makan dan langsung berjalan kaki menyusuri bibir pulau mengikuti jalur tracking yang telah disedikan pihak resort untuk mengelilingi pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar matahari yang terik tidak kami hiraukan. Selain pemandangan yang sangat menggoda, sepanjang jalur tracking ini masih banyak pohon-pohon yang rindang yang menaungi kita dari terik matahari. Pulau Sikuai masih tampak sangat asri dan bersih, serta memiliki hutan dan alam yang belum terusik, Kerap dari wisatawan yang berkunjung ke pulau ini berhenti sejenak untuk mengagumi pemandangan yang ada di depan mata, hamparan laut luas, ombak yang pecah di batu karang, burung bangau yang sedang memangsa ikan-ikan kecil, hanya suara debur ombak dan suara-suara khas hutan yang terdengar, saya merasa seperti terdampar di tengah pulau yang tidak berpenghuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang bisa dirasakan pengunjung atau wisatawan bila ingin merasakan begitu nikmatnya suasana wisata di pulau ini adalah dengan menikmati lezatnya nasi kapau di hamparan pasir putih, sesekali harus menggeser tempat karena di gusur riak ombak, laut biru, angin sepoy-sepoy, sebuah sensasi yang begitu menyenangkan dan menjadi acara piknik terindah. Selain menikmati indahnya pemandangan pulau Sikuai di daratan, para pengunjung pun disuguhi pemandangan bawah laut yang cukup mengagumkan, dengan banyaknya iringan ikan warna-warni yang menggoda, semakin dalam kita menyelam semakin indah pemandangan bawah laut nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di tengah Pulau Sikuai ini ada perbukitan kecil, yang di puncaknya ada sebidang tanah lapang, dan diberi nama Sunset Plaza. Di sini, setiap sore kita bisa meyaksikan ke eksotikan alam yaitu, matahari tenggelam. Setelah cuaca kembali cerah dan capek kami hilang, kami langsung berjalan menaiki puncak bukit melalui tangga-tangga yang telah ada, lumayan melelahkan, tetap semua rasa lelah itu hilang setelah kita sampai di puncak bukit. Pemandangan yang luar biasa menyambut kami di puncak bukit, susunan pulau-pulau kecil sekitar Sikuai tampak bertebaran, sekelompok burung yang sesekali terbang melintasi di atas kita, wow luar biasa. (febi)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-7559605937030180029?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/7559605937030180029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=7559605937030180029&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/7559605937030180029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/7559605937030180029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/11/new-sikuai-island-resort.html' title='New Sikuai Island Resort'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RzLfmNWpreI/AAAAAAAAAEE/h-xsfWPJz7A/s72-c/sikuaibanner1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-5856709924913955158</id><published>2007-08-11T21:41:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T21:47:12.409-07:00</updated><title type='text'>Regina Adventures</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rr6QXBMfs1I/AAAAAAAAACk/YZe9_9V-KVQ/s1600-h/header1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rr6QXBMfs1I/AAAAAAAAACk/YZe9_9V-KVQ/s320/header1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5097670553362215762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;New Website establish in West Sumatera for the people who like organised for many tour adventures  trip such  surfing, trekking, climbing  etc with the compatitive price please check out the address www.reginaadventures.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and also provide for hotel voucher, transportation and guiding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact :&lt;br /&gt;Regina Adventures&lt;br /&gt;    Jl. Pampangan No. 54 Padang 25227&lt;br /&gt;Sumbar , Indonesia&lt;br /&gt;Phone : +62 751 7810835&lt;br /&gt;Fax : +62 751 64884&lt;br /&gt;Mobile : +62 8197531357&lt;br /&gt;Y! : vis79&lt;br /&gt;Skype : reginabahariindo&lt;br /&gt;E-mail : &lt;a href="mailto:info@reginaadventures.com"&gt;info@reginaadventures.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Web : www.reginaadventures.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-5856709924913955158?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/5856709924913955158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=5856709924913955158&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/5856709924913955158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/5856709924913955158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/08/regina-adventures.html' title='Regina Adventures'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rr6QXBMfs1I/AAAAAAAAACk/YZe9_9V-KVQ/s72-c/header1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-1867873261987305624</id><published>2007-07-19T17:52:00.000-07:00</published><updated>2007-07-28T23:08:50.654-07:00</updated><title type='text'>Gunung Kerinci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAKj_BDImI/AAAAAAAAACc/op7ba0eCv-M/s1600-h/elvis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAKj_BDImI/AAAAAAAAACc/op7ba0eCv-M/s320/elvis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089079192256193122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HIGHLIGHTS of KERINCI&lt;/span&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;The Kerinci  Seblat &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; is one of the strongholds of endangered species like the    Sumatran tiger, Sumatran rhinoceros, many kind of rare birds and other Flora and Fauna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; Kerinci Mountain (3,805m) is the highest mountain of Indonesia outside    of West Papua.        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Danau Kerinci is beautifully located in the Kerinci valley.    The lake covers a total area of 4,200ha.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Danau Belibis Beside the Kerinci Mountain, still in the high area, can be climb for 3 hours to go  there total area of 3 ha&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Danau Gunung Tujuh (1996 m), the highest volcanic lake in    SouthEast Asia is located within the area of the Kerinci Seblat    National Park. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; The Kerinci District&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;The district (&lt;i&gt;Kabupaten&lt;/i&gt;) of Kerinci, located within the Province of    Jambi, consists of a flat valley surrounded by the mountains of the &lt;a href="http://www.kerinci.org/"&gt;Kerinci    Seblat National Park&lt;/a&gt;. The district has a total area of 4,200 km2 of which    roughly 60% is covered by the National Park. The climate is pleasantly mild    although it receives considerable rain (3,500 mm per year) especially during    the rainy season, which reaches its peak between October and December. The driest    months are June to August. &lt;a href="http://www.bahasa.net/kerinci/kota.html"&gt;Sungai Penuh&lt;/a&gt; is the capital    of the district, which consists of eleven sub districts.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAJ_vBDIkI/AAAAAAAAACM/BwDEP2Mqix0/s1600-h/kerinci.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAJ_vBDIkI/AAAAAAAAACM/BwDEP2Mqix0/s320/kerinci.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089078569485935170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Danau Kerinci and other Lakes&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;Danau Kerinci is located 16 km south of Sungai Penuh. The lake (783 m) covers a total area of 4,200 ha and is up to 110 m deep. Although it is a beautifully located lake, there are basically no facilities for tourists available.&lt;br /&gt;Danau Gunung Tujuh (51 km north of S.P., 1,996 m, 1,000 ha). This is the highest crater lake in Southeast Asia. It takes about 4 hours to climb the lake from the village of Pelompek, 8 km beyond Kersik Tua.&lt;br /&gt;Danau Belibis (2,050m, 3 ha) can be reached from Kersik Tuo or from Gunung Labu village (ca. 2 hrs walk). Danau Lingkat (1,100m, 12 ha,) can be reached from the village of Lempur Mudik (Subdistrict Gunung Raya). Some rafts are provided for those who want to fish or discover this beautiful lake.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumurup Hotsprings&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;There is a small natural hot pool with a diameter of ca. 15 m in which local tourists boil eggs and bananas. It is also a popular place for those who wish to disappear without leaving any trace. About once a year, so people told me, someone jumps into the pool. After a few hours a thin layer of oil is all what's left. In these cases the popular bath houses will be closed for two weeks to allow the water to become clean again.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAKTfBDIlI/AAAAAAAAACU/n9kl2VVpM5U/s1600-h/elvisandguest.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAKTfBDIlI/AAAAAAAAACU/n9kl2VVpM5U/s320/elvisandguest.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089078908788351570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prehistoric Sites&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  As with the southern Sumatran regions of Pasemah and Lampung, Kerinci too has a number of megalithic remains. Famoous are the Batu Berukir and the Batu Lesung in the village of Muak, Sub-District Gunung Raya, 23 km from Sungai Penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if you are interested climbing the mountaince, watch bird or find the flower, Kerinci is the place, just contact Mr. Elvis Kasmir at elviskasmir@yahoo.co.id for Organised for your journey or visit our web http://reginabahariindo.ueuo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-1867873261987305624?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/1867873261987305624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=1867873261987305624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1867873261987305624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1867873261987305624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/07/gunung-kerinci.html' title='Gunung Kerinci'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RqAKj_BDImI/AAAAAAAAACc/op7ba0eCv-M/s72-c/elvis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-889743228114105072</id><published>2007-06-17T20:33:00.000-07:00</published><updated>2007-06-17T20:36:57.982-07:00</updated><title type='text'>Kapan Lagi ke Ngalau Loguang, Sawahlunto Sijunjung</title><content type='html'>sumber : padang ekspress online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sijunjung, Padek—Aieangek merupakan suatu kawasan wisata petualangan yang sangat kompleks dan ramai dikunjungi wisatawan domestik. Di kawasan ini banyak tersimpan objek wisata. Salah satu potensi objek wisata alam yang sangat unik dan terkenal adalah goa (Ngalau) Loguang yang terletak di antara dua pemandian air panas serta hutan lindung yang dialiri air Sungai Tanggalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata Aieangek dihubungi oleh jalan aspal sepanjang 14 Km dari Ibukota Kecmatan Sijunjung atau 20 Km dari ibukota Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Muaro Sijunjung. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat, roda dua dan jalan kaki sambil menikmati keindahan alam wisata yang menawan. Bagi wisata yang mempunyai hobi menelusuri goa maka Ngalau Loguang merupakan pilihan yang tepat karena memiliki berbagai keunikan tersendiri dengan panjang sekitar 7 Km dan mempunyai satu buah pintu masuk yang dilengkapi dengan tangga pengaman serta enam buah jendela yang dapat digunakan sebagai pintu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Ngalau terdapat ornamen yang indah dan elok berupa gelantungan stalagtid dan stalagmid secara bebas dengan berbagai bentuk dan warna yang mempesona serta dilengkapi suara gemercik air yang berasal dari aliran sungai kecil yang sangat dingin sebagai tempat hidup berbagai macam ragam jenis ikan dan binatang jinak lainnya. Sedangkan di tengah-tengah Ngalau ditemui dataran luas yang dapat digunakan untuk kegiatan santai dan arena kemping serta diselingi suara berbagai jenis burung sehingga menambah semaraknya suasana dan sejuknya udara di dalam Ngalau. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-889743228114105072?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/889743228114105072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=889743228114105072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/889743228114105072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/889743228114105072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/kapan-lagi-ke-ngalau-loguang-sawahlunto.html' title='Kapan Lagi ke Ngalau Loguang, Sawahlunto Sijunjung'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-1519310580947886390</id><published>2007-06-17T20:17:00.000-07:00</published><updated>2007-06-17T20:29:49.098-07:00</updated><title type='text'>Temukan Sensation Seeking di Gunung</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sumber content : padangekspress.online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, seorang pendaki gunung professional kaliber dunia pernah ditanyakan tentang obsesinya menjamahi puncak-puncak tertinggi dunia, ”Mengapa anda mendaki gunung?” Pertanyaan menggelitik itu lalu dijawab dengan sangat sederhana, ”Because it is there..”(Malory).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban fenomenal itu kini melegenda dan menjadi standar referensi jawaban bagi pendaki gunung di seluruh dunia tentang hobbi gila yang sering dipertanyakan orang ini. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersembunyi yang tidak bisa terungkapkan dengan sekadarkata-kata. Apa yang kita rasakan ketika berada di ketinggian beberapa ribu meter di atas permukaan laut? Suatu ketika di mana kita bisa menatap sunset yang perlahan memancarkan warna lembayung nan memukau dengan untaian awan bergelantungan yang seakan-akan kita berada di atasnya sambil menikmati secangkir kopi hangat yang ditemani belaian angin yang terasa dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hati kita akan berdecak kagum bukan? Nah, pengalaman memberikan kedamaian batin tersebut merupakan kepingan dari kenikmatan yang bisa dirasakan oleh seorang pendaki gunung. Sebuah hobi dan wisata yang tak semua orang akan bisa mengerti tentang kepuasan yang tereksploitasi lewat mendaki gunung.Untuk apa sih mendaki gunung? Apa sih yang dicari di sana? Kegiatan yang identik dengan ransel besar (carrier), topi lapangan, dan sepatu trekking yang sepintas mirip tentara di medan perang ini memang masih terasa aneh di mata masyarakat kita. Apalagi citra yang terlihat oleh masyarakat awam saat ini mendaki gunung tak lebih dari sekadar hura-hura oleh kaum hedonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terasa asing dilihat sama halnya seperti makanan franchise (waralaba) barat yang belakangan mulai merambah selera lokal, sebut saja seperti pizza, ayam goreng, mie rebus, dan lain sebagainya, awalnya terasa asing kehadirannya, karena masih terasa ”aneh” di lidah.Namun lambat laun, justru kemudian menjadi ikon bagi makanan ekslusif kelas rakyat yang mampu diterima masyarakat.Dan peminat lokal pun bejibun jumlahnya yang menandakan tanggapan berupa apresiasi positif untuk ”diizinkan” hadir di tengah-tengah kebutuhan mereka. Di sini pun terlihat bahwa setiap orang memiliki corak tersendiri dalam memilih upaya pengaktualisasikan dirinya. Seperti makanan ”impor” tadi, pendaki gunung pun demikian halnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang butuh pencarian sensasi (sensation seeking) agar mereka terlihat actual dan memahami diri (self estimate) akan keberartian mereka. Nah, itulah alasannya kenapa setiap warung franchise tampilannya harus elegan dan kaca ruangannya harus bening (tembus pandang), sehingga orang dari luar bisa melihat siapa konsumen yang berada di dalamnya. Dan bagi konsumen sendiri akan meningkatkan rasa percaya diri, lantaran mereka mendapatkan estimasi diri berupa ”kebanggaan” telah berada di ruang makan yang ekslusif dan elegan.Sebuah kata kunci untuk proses pencapaian kebahagiaan hidup yang tidak bisa diukur oleh satuan materi melainkan hanya bisa diraba melalui kepuasan batin, hal itu pula yang dirasakan kenikmatannya oleh seorang pendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnX66EPIkqI/AAAAAAAAAB8/-ahWF0GXKZU/s1600-h/image314.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnX66EPIkqI/AAAAAAAAAB8/-ahWF0GXKZU/s320/image314.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077240030406677154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Digandrungi Anak Muda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki gunung beberapa kurun waktu belakang memang cukup digandrungi oleh kawula muda. Meski tidak jarang juga ada orang yang usia paruh baya mencintai hobi yang satu ini (bisa jadi masa mudanya dulu memang sudah mengenal hobi ini dengan baik). Hampir setiap akhir pekan atau pada masa liburan, route pendakian gunung ramai dijelajahi. Bahkan untuk skala dunia, beberapa negara tertentu seperti di Nepal, Swiss, Australia dan lainnya yang memiliki wisata gunung telah menjadikan objek pendakian gunung sebagai sumber pendapatan negara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket wisata gunung ini dikemas secara baik sehingga menarik peminat dari berbagai belahan dunia.Begitu juga halnya dengan di negara kita, meski belum terkelola dengan optimal, objek pendakian gunung memang sangat menjanjikan. Di Sumatera Barat sendiri misalnya memiliki route pendakian gunung yang tidak kalah menarik. Gunung Merapi, Singgalang, Talamau, Kerinci, adalah baru sejumlah kecil wisata gunung yang menjadi incaran pendaki gunung. Vegetasi khas hutan tropis Sumatera menjadi daya tarik tersendiri baik bagi pendaki lokal, maupun dari mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensation seeking bagi seorang pendaki gunung memang sebuah harga yang tidak bisa ditawar. Mungkin itulah alasan pembenaran yang tepat ditujukan di samping alasan-alasan lain yang terlalu sulit dimengerti oleh orang yang belum pernah mendaki gunung. Namun pencarian sensasi yang dimaksud di sini bukan sekadar gagah-gagahan untuk pamer unjuk kehebatan atau keberanian pada orang lain, melainkan upaya mencari sensasi (rasa baru) yang lebih menantang dan bisa mengeluarkan ”kejutan-kejutan” dari potensi diri yang selama ini mungkin masih terpendam. Rasa inilah yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnX70EPIkrI/AAAAAAAAACE/rrjRxMaumrw/s1600-h/elvisnfriends.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnX70EPIkrI/AAAAAAAAACE/rrjRxMaumrw/s320/elvisnfriends.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077241026839089842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Rasa Puas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ”bebas “ dan puas menikmati tantangan-demi tantangan serta melintasi pemandangan yang menakjubkan.Dengan mendaki gunung seorang pendaki bisa berinteraksi langsung dengan alam, mengenal karakter alam dan lingkungan sekitarnya. Selama pendakian, seorang pendaki gunung akan dihadapkan pada tantangan dan rintangan yang harus dihadapi dalam situasi yang tidak menentu. Kondisi ini persis halnya dengan menjalani kehidupan sehari-hari. Kita dihadapkan permasalahan-permasalahan yang mana menuntut kita harus tetap bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun. Nah, mendaki gunung bisa diibaratkan sebagai replika kecil dari potongan perjalanan hidup. Dimana nantinya akhir dari perjuangan ini akan mengantarkan kita ke posisi puncak keberhasilan seperti yang kita impikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Mencapai Puncak &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai puncak memang tujuan utama dari sebuah pendakian gunung. Dan momen-momen yang sangat dinantikan yang membuat semua rasa lelah dan pengorbanan semua seakan terbayar justru ketika detik-detik waktu mencapai puncak gunung. Ketika butiran-butiran keringat yang tak terhitung lagi jumlahnya membasahi sekujur tubuh dan ketika otot-otot kaki mulai terasa lelah melangkah dan ketika nyali dan keberanian mulai dipertanyakan, di saat itulah sensasi tersebut didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi berupa kepuasan mengatasi rintangan baik dari dalam diri dan dari lingkungan. Gejolak berupa luapan emosi yang telah berhasil mengatasi ego sendiri.Apalagi bila ketinggian gunung yang dicapai tersebut memiliki nilai achievement yang tinggi, puncak Everest misalnya, mungkin tidak hanya senyum kepuasan yang akan terlontar, bahkan tangisan rasa syukur bercampur haru pun tak akan mungkin terelakkan. Besarnya tingkat kesulitan medan yang dilalui dalam setiap gunung berbeda antara gunung yang satu dengan yang lain. Untuk tipikal gunung tertentu, setiap pendakian harus disesuaikan dengan kondisi terakhir dari gunung yang akan didaki berdasarkan informasi yang didapat, baik dari penduduk setempat maupun dari pendaki sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dilakukan semata keselamatan pendakian. Meski mendaki gunung merupakan wadah untuk menemukan sensation seeking, namun kegiatan ini bukanlah hanya bermodalkan nekad dan keberanian saja. Di gunung kita memang ditempa untuk tampil berani, tetapi tidak untuk mati. Kita diajarkan berani justru untuk jujur menghadapi kehidupan itu sendiri. Dan mendaki gunung juga bukan merupakan ajang pelarian diri dari kepahitan hidup, namun justru menemukan sisi lain dari hidup yang bisa ambil hikmahnya untuk kehidupan yang lebih berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan mengapa mendaki gunung bisa menimbulkan ketagihan. Kedamaiaan yang dijanjikan, keberanian yang ditawarkan, keakraban yang diciptakan membuat pendaki gunung begitu mendampakan kembali kedatangannya ke sini. Larut dalam irama alam,mendengarkan kicauan burung yang ramah menyapa serta gemericik air yang mengalir di sela-sela bebatuan cadas semakin melengkapi kerinduan seorang pendaki bilamana rutinitas kerja telah membuatnya begitu lama berpisah dari gunung. Sebuah ”kegilaan” yang aneh memang, tapi sarat dengan pembelajaran hidup, menghargai hidup, dan menikmati kehidupan itu sendiri. (Fauzan G Wardhana, Anggota Mapala Unand)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-1519310580947886390?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/1519310580947886390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=1519310580947886390&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1519310580947886390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1519310580947886390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/temukan-sensation-seeking-di-gunung.html' title='Temukan Sensation Seeking di Gunung'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnX66EPIkqI/AAAAAAAAAB8/-ahWF0GXKZU/s72-c/image314.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-300505741913750511</id><published>2007-06-16T04:45:00.000-07:00</published><updated>2007-06-16T04:57:54.787-07:00</updated><title type='text'>Objek Wisata Pantai Padang, Satu Gigit Dua Rasa</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPOOkPIkmI/AAAAAAAAABc/aJe99zDa0Mk/s1600-h/elvis1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076627954617324130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPOOkPIkmI/AAAAAAAAABc/aJe99zDa0Mk/s320/elvis1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Texs sumber : padang Ekspress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek wisata Pantai Padang ini terletak tak begitu jauh dari jalan raya. Boleh dikatakan objek wisata ini berada di jantung Kota Padang. Untuk sampai ke Pantai Padang, dari Pasar Raya pengujung bisa menaiki oplet putih dan orange jurusan Tabing dengan ongkos Rp1500,-. Atau, kalau ingin menikmati semaraknya bumi Ranah Minang pengunjung bisa juga berjalan kaki melewati Jl. M, Yamin Padang yang &lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPPZkPIkpI/AAAAAAAAAB0/Xfzk3vF4CO8/s1600-h/surfing+pantai+padang.jpg"&gt;&lt;/a&gt;terkenal dengan pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, bagi pengunjung yang membawa keluarga juga bisa menikmati kereta-keretaan yang dirancang untuk membawa pengunjung mengelilingi Pantai Padang. Pada hari Minggu, pengunjung bisa naik di RTH Imam Bonjol dengan ongkos Rp.1000.- . Kalau sudah sampai di Pantai Padang. Pengunjung bisa menikmati dua sekaligus objek wisata yakni objek wisata Pantai dan wisata alam Gunung Padang yang terkenal dengan legenda Siti Nurbaya. Satu gigit dua rasa begitulah Walikota Padang, Fauzi Bahar&lt;br /&gt;mengibaratkan andalan objek wisata Kota Padang ini. Pasirnya nan putih mengurut kaki siapa saja yang datang ke Pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakanlah belaian angin laut dan &lt;a href="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPOi0PIknI/AAAAAAAAABk/HLR5mhX1QS8/s1600-h/mancing.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076628302509675122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPOi0PIknI/AAAAAAAAABk/HLR5mhX1QS8/s320/mancing.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Padang yang membuat pengunjung betah berlama-lama untuk menghabiskan weekend dengan keluarga tercinta. Jika matahari sudah tinggi, tak ada salahnya, mencoba masakan Padang yang beraneka ragam rasa berjejer di tepi pandai. Bagi yang berkeluarga fasilitas tempat bermain anak-anak juga ada, tak salah rasanya mengunjungi Pantai Padang sebagai agenda kelurga untuk menghabiskan weekend. Dari kejauhan akan terlihat gugusan pulau kecil yang begitu indah. Hembusan angin dan debur ombak berujung di langit biru lazuardi yang membentuk garis horizon di kejauhan, merupakan pesona alam yang menyimpan misteri kebesaran dan keagungan Tuhan. Jika senja datang menyapa. Pengunjung juga bisa menyaksikan indahnya sunset sambil mengunyah-gunyah jagung bakar ala Padang dan makanan ringan lainnya. Disisi lain, jembatan Siti Nurbaya yang tak jauh dari sana juga menawarkan keindahan alam nan eksotis. Kalau berjalan kearah Selatan, bagunan peninggalan Belanda tempoe doeloe akan menyapa pengunjung dengan berbagai misteri yang masih terpedam. Sungguh suatu Paradise (surga) dunia yang membuat pengunjung terbuai lalu keesokan harinya bekerja dengan penuh semangat. Salah seorang pengunjung Mulyadi (30) yang sering datang ke Pantai mengatakan, pantai Padang cukup indah dan menawarkan dua wisata sekaligus yakni wisata pantai dan Gunung Padang. Namun, sayang tempat duduk yang menghadap ke pantai tidak ada. ” Kita ingin tempat duduknya, bukan dari pedagang, karena kalau dari pedagang kita juga harus belanja, jadi seharusnya pemerintah juga menyediakan tempat duduk untuk kenyamanan pengunjung,” ujar pegawai swasta ini. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-300505741913750511?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/300505741913750511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=300505741913750511&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/300505741913750511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/300505741913750511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/objek-wisata-pantai-padang-satu-gigit.html' title='Objek Wisata Pantai Padang, Satu Gigit Dua Rasa'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPOOkPIkmI/AAAAAAAAABc/aJe99zDa0Mk/s72-c/elvis1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-3983363244166470021</id><published>2007-06-16T04:31:00.000-07:00</published><updated>2007-06-16T04:33:51.282-07:00</updated><title type='text'>Kunjungan Wajib Pelancong Malaysia, Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang</title><content type='html'>Sumber : Padang ekspress onlines&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya Hamka yang kita kenal sebagai sosok ulama kharimastik sekaligus sastrawan sudah menjadi kebanggaan orang Minangkabau. Di Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Hamka dilahirkan di rumah sederhana tahun 1908 atau 1325 Hijriah. Beliau dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1908. Beliau merupakan buah hati Karim Amrullah seorang ayah yang juga ulama pembaharu di Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sederhana itu sekarang sudah menjadi bukti sejarah bagi para masyarakat baik di Indonesia maupun yang berada di Malaysia. Buya Hamka dikenal luas dikalangan masyarakat Malaysia, karena ilmu beliau selalu dikaji di bangku kuliah Negeri Jiran tersebut. Melongok ke rumah kelahiran Hamka rasanya kita seolah-olah hidup bersama penulis roman Tenggelamnya Kapal Van de Wick ini. Dengan luas tanah sekitar 75 meter, rumah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal mapun mancanegara. Khusus turis dari Malaysia, tempat ini sudah dianggap wisata wajib bila melancong ke Sumatra Barat. Berukuran 17 X 9 meter, bangunan itu mengisi berbagai foto koleksi Hamka. Kebanyakan foto berasal dari dokumen pribadi keluarga dan Universitas Kebangsaan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah berbentuk rumah gadang itu juga terdapat kursi tempat duduk Hamka. Kediaman Buya Hamka yang terdiri dari satu kamar, memiliki penyimpanan seperti tempat tidur Hamka, alat pancing yang pernah dipakai beliau, serta koleksi karya beliau berupa buku-buku bernilai sejarah. Karya beliau seperti Tafsir Al-Alzhar sering menjadi perhatian pasang mata yang berkunjung ke sana. Foto-foto beliau semasa hidup mulai dari ia di rantau maupun di luar negeri terdapat di sisi dinding rumah. Koleksi juga berbentuk lukisan Hamka. Di foto juga diberi keterangan peristiwa dalam bingkai foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto anak beliau ikut dipajang dengan nostalgia tak terlupakan. Bangunan museum sudah dipugar sejak bulan Juni tahun 2000. Selesai pada tahun 2002. Rumah kelahiran Hamka ‘lahir’ berkat tangan dingin para sejarahwan baik Indonesia maupun dari Malaysia. ”Kita sudah menetapkan Rumah Kelahiran Hamka sebagai wisata sejarah dan dakwah,’’ jelas Aristo Munandar Bupati Agam. Aristo juga mengajak generasi muda untuk ikut mengamalkan ajaran dan budi pekerti beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang kita sudah punya wadah untuk mempelajari pemikiran beliau dengan adanya Hamka Intelektual Foundation,’’ tambah Azhari Fadli Ardinal pelopor lahirnya lembaga tersebut. Azhari bersama Yuliandre Darwis akan menjadikan sosok Buya Hamka sebagai tauladan generasi intelektual Sumatra Barat. Rasanya kita tak rugi meluncur ke Sungai Batang, karena anda akan dapat menikmati keindahan Danau Maninjau juga dari sini. Lokasi Rumah Kelahiran Buya Hamka persis di tepi danau. Hamka sudah meninggal pada 24 Juli 1981 tepat pada bulan Ramadhan hari Jumat. Sekarang beliau memang sudah tiada, tapi karya beliau selalu dicari generasi sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*Penulis adalah Anggota Hamka Intelektual foudation Padang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-3983363244166470021?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/3983363244166470021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=3983363244166470021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/3983363244166470021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/3983363244166470021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/kunjungan-wajib-pelancong-malaysia.html' title='Kunjungan Wajib Pelancong Malaysia, Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-5027848614810681134</id><published>2007-06-16T03:47:00.000-07:00</published><updated>2007-06-16T04:10:56.549-07:00</updated><title type='text'>Pantai Tiram Ula'an Pariaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pantai Tiram Ula'an Padang Pariaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anda pengemar Gulai Ikan yang enak dan murah disinilah tempatnya,  satu  porsi  makan dengan nasi dan 2 ikan seharga Rp. 5000,- ,  berjarak sekita  1,5  jam dari  padang,  disamping  gulai  ikan  nya  yang  terkenal  juga  disana  ada  penyewaan  boat,  dan  bisa  juga  untuk  mandi  - mandi  di  pantai  nya , dibawah  ini adalah foto - foto yang penulis ambil  saat survey lokasi dengan saudara David Keumala dan Jon.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCg0PIkjI/AAAAAAAAABE/jzsrt-ByVAk/s1600-h/pantaiulakan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCg0PIkjI/AAAAAAAAABE/jzsrt-ByVAk/s320/pantaiulakan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076615074010403378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jalan Masuk Lokasi dengan deretan rumah makan lesehan di sebelah kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPEukPIklI/AAAAAAAAABU/kUJTg95lTmI/s1600-h/pantai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPEukPIklI/AAAAAAAAABU/kUJTg95lTmI/s320/pantai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076617509256860242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diseberang sungai sedang dibangun tempat rekreasi oleh Pemkab  Pariaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCGEPIkhI/AAAAAAAAAA0/LcD6_NFLbcc/s1600-h/tempatmakan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCGEPIkhI/AAAAAAAAAA0/LcD6_NFLbcc/s320/tempatmakan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076614614448902674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah disini tempat makan nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCwkPIkkI/AAAAAAAAABM/c-C-3CkRuKM/s1600-h/kuliner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCwkPIkkI/AAAAAAAAABM/c-C-3CkRuKM/s320/kuliner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076615344593343042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mmm nyami gulai ikan ditambah petai dan sambalado alamaak.... uenak ee...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-5027848614810681134?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/5027848614810681134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=5027848614810681134&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/5027848614810681134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/5027848614810681134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/pantai-tiram-ulaan-pariaman.html' title='Pantai Tiram Ula&apos;an Pariaman'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RnPCg0PIkjI/AAAAAAAAABE/jzsrt-ByVAk/s72-c/pantaiulakan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-549045073395964016</id><published>2007-06-10T10:54:00.000-07:00</published><updated>2007-06-10T11:11:22.515-07:00</updated><title type='text'>Pariwisata Kota Padang</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Sebenarnya di Kota Padang Sumatera Barat banyak potensi - potensi pariwisata yang belum dikenal oleh masyarakat luas termasuk juga masyarakat padang sendiri, dilihat dari potensi alam yang ada dan pemandangan alam yang sangat memukau bagi penulis sendiri sangat kagum dengan keindahan alam kota ini, salah satu contoh penulis bersama teman teman pergi ke Lubuk Tempurung di daerah kuranji yang hanya berjarak 1 jam pakai kendaraan bermotor dan ditambah trekking 15 menit, dari puncak bukit disini kita melihat pemandangan kota padang, setelah itu kita akan menemui air terjun kecil dengan airnya yang bening langsung ke tempat penampungan nya atau lubuk persis seperti tempurung, mungkin karena bentuk ini masyarakat menamakan Lubuk Tempurung, berikut foto foto yang berhasil penulis gambarkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rmw98UPIkgI/AAAAAAAAAAs/0LtFLfnvfAk/s1600-h/tempurung2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rmw98UPIkgI/AAAAAAAAAAs/0LtFLfnvfAk/s320/tempurung2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074498986573337090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rmw9kkPIkfI/AAAAAAAAAAk/dZBO84yarwE/s1600-h/tempurung1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rmw9kkPIkfI/AAAAAAAAAAk/dZBO84yarwE/s320/tempurung1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074498578551443954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-549045073395964016?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://reginabahariindo.wetpaint.com' title='Pariwisata Kota Padang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/549045073395964016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=549045073395964016&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/549045073395964016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/549045073395964016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/06/pariwisata-kota-padang.html' title='Pariwisata Kota Padang'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rmw98UPIkgI/AAAAAAAAAAs/0LtFLfnvfAk/s72-c/tempurung2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-6644396741904275441</id><published>2007-05-31T21:02:00.000-07:00</published><updated>2007-05-31T21:04:26.719-07:00</updated><title type='text'>Jual Pariwisata Tak Butuh Biaya Mahal</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;b&gt;Nama Lengkap : H. Ian Hanafiah&lt;br /&gt;Pekerjaan       : Director &amp;amp; CEO PT Ero TourBoleh saja &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumbar bermimpi mampu mengalahkan pariwisata Bali. Secara potensi objek wisata tak kalah dibandingkan Bali,Sumbar boleh dibilang daerah teraman di Indonesia saat ini. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;Namun, mewujudkan mimpi bukanlah perkara mudah di Sumbar. Banyak persoalan yang masih membelit upaya pengembangan pariwisata Sumbar. Selain persoalan anggaran, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), komitmen pemerintah, serta keterlibatan dunia usaha. Di sinilah letak persoalannya, pengembangan pariwisata Sumbar seolah berjalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada objek wisata yang layak jual. Bahkan ada kecendrungan wisatawan, kalau sudah berkunjung mereka enggan kembali. Bagaimana Sekretaris Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanfiah melihat persoalan pawisata Sumbar? Berikut wawancaranya dengan wartawan Padang Ekspres, Rommi Delfiano dan Afrianingsih Putri di ruang kerjanya, Jumat (25/5) lalu.Bagaimana Anda melihat pengembangan sektor wisata Sumbar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akui komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sudah terlihat Terbukti ditetapkannya sepuluh kawasan destinasi unggulan oleh pemerintah Sumbar. Namun, kalau hanya sekadar komitmen memang tidak cukup. Pengembangan pariwisata harus didukung dengan tindakkan yang konkret di lapangan. Sehingga terjadi perubahan yang signifikan di masing-masing objek wisata itu. Kondisi ini diyakini mampu menarik animo wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Salah satunya pengembangan objek wisata water boom di Kota Sawahlunto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita melihat masih minim realisasi komitmen daerah itu. Terbukti belum terjadinya perubahan yang signifikan di objek-objek wisata yang ada. Umumnya objek wisata tersebut masih menyuguhkan keindahan yang itu-itu saja. Tak ada perubahan yang berarti. Harusnya kesepuluh daerah destinasi unggulan itu perlu dilakukan pembenahan yang signifikan. Sehingga benar-benar layak untuk dijual. Tapi seperti tadi, tetap saja tidak ada perubahan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sangat beragam. Tapi yang sering diutarakan akibat minimnya anggaran. Akibatnya daerah kesulitan untuk mengembangkan atau membenahi objek wisata. Padahal dalam pengembangan objek wisata, tak mutlak hanya akibat kekurangan dana. Terpenting perlu dijalin kebersamaan antara daerah, serta melakukan pembenahan dari persoalan-persoalan yang kecil-kecil.&lt;br /&gt;Apakah pengelolaan pariwisata harus diserahkan sepenuhnya pada pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pariwisata bukan hanya tugas dari pemerintah. Tapi juga pelaku pariwisata itu sendiri. Karena pelaku wisata menjadi pelaksana di lapangan.Masih banyak yang harus dibenahi oleh pelaku pariwisata. Mental pelaku pariwisata juga harus jelas. Jangan mentang-mentang aji mumpung, pelaku pariwisata seenaknya. Misalnya, ketika hotel-hotel penuh, pengusaha hotel seenaknya menaikkan tarif. Karena akibat gempa sepi pengunjung, mereka menaikkan tarif ketika hotel kembali ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masak ada hotel yang bintang satu, tapi biaya seperti biaya bintang empat. Ini kan merusak citra.Apalagi ada pelaku pariwisata yang tidak tergabung dalam Arsita, tapi juga melayani tamu yang datang. Ini bisa merusak biro perjalanan. Pasalnya, mereka bergerak kerap tanpa didukung ilmu dan pengalaman dalam melayani tamu. Bisa-bisa akibat ulah segelintir oknum, bisa merusak sektor wisata Sumbar. Ini juga perlu diantisipasi semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan nantinya, pemerintah dan masyarakat sudah sama-sama berkomitmen untuk mengembangkan sektor wisata, rusak akibat ulah segelintir orang.Sebenarnya apa persoalan mendesak dibenahi? Kalau berbicara yang kecil-kecil, banyak persoalan yang belum diselesaikan. Sebenarnya hal-hal yang kecil tersebut berpengaruh terhadap perbaikan sektor pariwisata. Misalnya, apakah di restoran selalu terjaga kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika makan, apakah semua rumah makan menyediakan tissue di meja makan? Saat ini, bahkan masih ada restoran yang hanya meletakkan satu buah saputangan di atas meja. Kita saja melihatnya tidak berselera untuk mengelap tangan dengan sapu tangan itu. Apalagi mau mengelap mulut kita. Belum lagi cara penyajian, apakah dalam pengambilan makanan menggunakan plastik atau justru dengan tangan saja. Hal-hal kecil seperti ini patut diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi tanggup jawab siapa?&lt;br /&gt;Sebenarnya, kebijakan pemerintah memberikan andil yang besar untuk pengembangan pariwisata. Untuk masalah kebersihan makanan ini, harusnya dinas kesehatan memberikan perhatian kepada rumah makan yang ada ataupun penginapan. Salah satunya contoh penginapan di Kerinci, sangat ramai dikunjungi. Padahal penginapannya hanya kecil, tapi kebersihannya membuat pengunjung nyaman. Kita juga menyarankan itu ke sejumlah bupati/walikota. Tak usah bangun penginapan yang mewah, asalkan penginapan tersebut bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan daerah yang memiliki kawasan wisata, tapi  tidak disinggahi?&lt;br /&gt;Sebetulnya, pembenahan hal-hal spesifik belum dilakukan di kawasan tersebut. Misalnya, di Payakumbuh apa yang menjadi objek spesifik. Misalnya, rendang telur atau galamai. Harusnya di tata khusus tempat menyediakan hal-hal ini. Sehingga ada ciri spesifik yang dicari oleh wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, kita akan membuat perjalanan wisata tersebut dengan banyak menyinggahi di setiap tempat. Kita akan buat paket, perjalanan Padang-Bukittinggi bukan lagi tiga jam perjalanan, tapi satu hari. Setiap daerah sediakan paket-paket dengan ciri tersendiri. Di Padangpanjang bagaimana orang mau singgah ke Minangkabau Village. Kalau sekarang Minangkabau Village masih banyak bangunan yang belum termanfaatkan. Bagaimana ke depan Pemko mengisi bangunan kosong itu dengan aneka aktivitas yang bisa dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, menempatkan tukang sate, tenun, dan lainnya. Artinya kalau selama ini pengrajin itu menjalankan aktivitasnya di rumahnya masing-masing, tapi sekarang ditempatkan di dalam kawasan objek wisata Minangkabau Village. Pasti mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kita akan menyokong kebijakan itu. Mungkin pengrajin itu disubsidi uang transportasinya, sehingga tidak memberatkannya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Selanjutnya bagaimana?&lt;br /&gt;Kita melihat pengembangan sektor pariwisata masih mengandalkan ego sektoral. Daerah-daerah saling berebut untuk menjadikan daerahnya sebagai tempat kunjungan wisata. Sejumlah upaya dilakukan untuk memperkenalkan atau mengenjot wisatawan datang ke objek wisata itu. Satu sisi upaya ini boleh dibilang baik, daerah mulai menyadari besarnya multiplier effect yang akan ditimbulkan, kalau sektor pariwisata berjalan dengan baik. Tentunya, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi persoalannya tidak sampai di situ. Karena tetap saja sektor wisata itu kurang berkembang. Selain minimnya anggaran, juga tidak seluruh daerah yang memiliki kemampuan dalam mengemas objek wisata itu.Intinya perlu dijalin koordinasi antara provinsi, kabupaten/kota. Misalnya saja, untuk promosi pariwisata. Memang masing-masing daerah sudah memiliki media promosi sendiri-sendiri, tapi kita melihat belum terkemas dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya? &lt;br /&gt;Dari leaflet-leaflet atau sarana promosi yang sudah dibuat, umumnya belum layak jual. Alangkah baiknya untuk promosi itu langsung ditangani provinsi. Artinya dana-dana untuk promosi di daerah dikumpulkan menjadi satu di provinsi. Selanjutnya daerah mengirimkan objek-objek wisatanya yang layak jual ke provinsi.Nantinya provinsi mengemasnya, apakah berbentuk leaflet, brosur, cassette disc (CD) atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini dilakukan, kita yakin sarana promosi yang dibuat lebih variatif dan layak jual. Apalagi kalau menjual pariwisata itu, seharusnya bukan lagi atas nama kabupaten/kota masing-masing saja. Tapi mestinya Sumbar. Kalau sekarang kan beda, masing-masing daerah menjual objek wisatanya. Padahal belum tentu daerah itu dikenal orang lain, paling-paling orang hanya mengenal Padang atau Bukittinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan bagaimana?&lt;br /&gt;Kita harus optimistis objek wisata Sumbar memang layak jual. Tak usahlah kita bermimpi mengalahkan Bali. Tapi sekarang, bagaimana kita memoles objek wisata itu dengan hal-hal yang kecil. Contohnya Pantai Padang. Selaku icon wisata Padang, kita lihat banyak persoalan yang perlu dibenahi. Intinya, orang datang ke Pantai Padang bukan hanya sekadar melihat pantai saja, tapi juga disuguhkan dengan alternatif wisata lain.Misalnya, kita memberdayakan bendi wisata di sana.Kendati sekarang sudah ada di dekat gedung Dinas Pariwisata Padang. Tapi kalau kita lihat secara sekilas, belumlah bisa dianggap sebagai bendi wisata, karena bentuknya sama saja dengan bendi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bisa saja Pemko bekerja sama dengan sponsor untuk menambah aksesoris bendi tersebut, sehingga berbeda dengan bendi lainnya. Tapi, untuk persoalan ini, Pemko harus bisa juga memberikan keringanan dengan tidak menarik pajak. Selain itu, bendi itu juga dituliskan tarifnya masing-masing, sehingga wisatawan tidak was-was menggunakan jasa transportasi tersebut. (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: (padang ekspress)&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-6644396741904275441?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/6644396741904275441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=6644396741904275441&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/6644396741904275441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/6644396741904275441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/jual-pariwisata-tak-butuh-biaya-mahal.html' title='Jual Pariwisata Tak Butuh Biaya Mahal'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-1381984962290869707</id><published>2007-05-31T20:56:00.000-07:00</published><updated>2007-05-31T20:57:50.721-07:00</updated><title type='text'>Gebyar Paralayang Dimulai Maninjau Andalan Sumbar</title><content type='html'>Maninjau, Padek-Gebyar paralayang Internasional 2007, Minggu hari ini akan dibuka Menteri Pariwisata Jero Wacik dan dihadiri Menteri Sosial Bakhtiar Chamsyah.&lt;br /&gt;Rangkaian gebyar promosi wisata tahunan Sumatera Barat diklaim bakal tampil beda dibanding tahun-tahun sebelumnya.Tak hanya gebyar paralayang yang menghadirkan 16 penerbang kelas dunia dan promosi wisata Agam secara khusus, tapi ajang paralayang Internasional yang dipusatkan di kawasan wisata Danau Maninjau juga untuk mempersiapkan tim paralayang Agam menghadapi Porprov XI Sumbar 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Agam Aristo Munandar kepada Padang Ekspres di Lubukbasung menyebutkan, ivent paralayang Internasional 2007 yang dibuka Menteri Pariwisata, dihadiri Mensos Bakhtiar Chamsyah dan para pejabat daerah se-Sumbar tersebut merupakan peluang luar biasa bagi Kabupaten Agam dalam mempromosikan keunggulan potensi yang dimiliki Kabupaten Agam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, Agam memiliki 55 objek wisata alam, 21 objek wisata budaya, 15 wisata sejarah, 3 objek wisata bahari dan wisata minat khusus sebanyak 3 objek wisata yang diminati wisatawan.Ivent paralayang dilaksanakan sejak tahun 1997. Potensi tersebut dinilai banyak pihak sangat luar biasa dengan ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut sehingga para penerbang bisa terbang lama di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lain yang dimiliki kawasan wisata Maninjau dengan terbang layang adalah pemandangan yang indah, perpaduan antara hijaunya pegunungan dan kemilau air danau, diselingi hamparan sawah dan perkampungan penduduk.Adanya turboloce dari pemanasan air Danau Maninjau yang bisa mengangkut para penerbang terbang lebih tinggi dari lokasi start, apalagi masyarakat sudah menerima paralayang sebagai daya tarik wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Aristo Munandar iven paralayang yang dikenal dengan nama Fun &amp; Fly in Lake Maninjau yang tahun ini diikuti 16 penerbang kelas dunia itu diramaikan dengan berbagai kegiatan lain di antaranya eksebisi off road dan motor trail. “Kita berharap iven tahun ini memberi warna lebih bagi upaya pengembangan potensi wisata Danau Maninjau,” ulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata Danau Maninjau, bagi masyarakat Kabupaten Agam merupakan kebanggaan luar biasa yang diandalkan untuk memotivasi kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga agenda pemerintah tak hanya mendorong optimalnya potensi yang dimiliki, tapi juga berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Aristo mengaku optimis, ke depan potensi wisata tak hanya berdenyut dengan membanjirnya wisatawan ke Kabupaten Agam, tapi juga berdampak positif bagi pengembangan potensi kesenian anak nagari dan aktivitas ekonomi anak nagari,” dampak multi kompleksnya diharapkan bisa dinikmati masyarakat luas,” ulas Bupati Agam itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalan Sumbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, potensi wisata Danau Maninjau menjadi andalan wisata Sumbar bahkan dalam MoU yang ditandatangani bersama gubernur dan para kepala daerah se Sumbar, dimana Maninjau menjadi salah satu andalan yang harus mendapat perhatian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja untuk pengembangan potensi wisata tersebut, Pemkab Agam hanya jalan sendiri, termasuk dalam moment fun &amp;amp; fly in lake Maninjau saat ini, tak didukung penuh oleh Pemprov Sumbar.Kesepakatan bersama yang ditandatangani 1 Mei 2006, berkait masalah program pengembangan kepariwisataan di Sumbar berisi delapan poin kesepakatan, yang intinyanya Pemprov Sumbar mendukung penuh kegiatan wisata di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus mempersiapkan berbagai hal sendiri, siapkan dana sendiri, serta lakukan pendekatan sendiri, sehingga kegiatan bisa dilaksanakan,” ujar H. Junaidi, Kadinas Pariwisata seni dan budaya Kabupaten Agam.&lt;br /&gt;Secara eksplisit, pihaknya mengaku kecewa dengan kondisi demikian, pasalnya sebagai potensi wisata unggulan di Sumatera Barat, Pemprov Sumbar mestinya memberikan dukungan dan pembinaan, sehingga kegiatan yang sudah berjalan sejak tahun 1997 itu bisa berjalan lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakinkan, ke depan pihaknya akan melakukan serangkaian pendekatan dan mempersiapkan acara secara maksimal, sehingga fun &amp;amp; fly in lake Maninjau bisa menghadirkan berbagai acara lain yang bisa menyuguhkan sajian lebih menarik untuk masyarakat. (men)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :(Padang Ekspress)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-1381984962290869707?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/1381984962290869707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=1381984962290869707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1381984962290869707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1381984962290869707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/gebyar-paralayang-dimulai-maninjau.html' title='Gebyar Paralayang Dimulai Maninjau Andalan Sumbar'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-2154901425758133859</id><published>2007-05-18T23:25:00.000-07:00</published><updated>2007-05-18T23:36:14.084-07:00</updated><title type='text'>Pengaman Pantai Padang Belum Memadai</title><content type='html'>Sumber : Padang Exspress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, Padek—Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Khalawi mengungkapkan, pengamanan pantai di Kota Padang, dan sejumlah daerah pesisir lainnya memang belum maksimal.&lt;br /&gt;Ini terkait dengan keterbatasan anggaran.Menurut Khalawi, khusus di Pantai Padang, pembangunan pengaman pantai (sea wall), dan tanggul pemecah gelombang (groin) masih perlu peningkatan dan penambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea wall yang ada pun sejauh ini belum dibangun secara menyeluruh di daerah pantai. Begitu pula dengan groin, yang belum ada di seluruh pesisir pantai Kota Padang.“Saat ini, groin yang ada di Pantai Padang hanya sepanjang 50 meter. Melihat kecenderungan gelombang, seharusnya minimal panjang groin itu 100 sampai 150 meter,” ungkap Khalawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma,menurut Khalawi, karena keterbatasan anggaran, pihaknya saat ini baru bisa fokus ke pembangunan sea wall dan groin di Parupuk hingga pantai Pasir Jambak.&lt;br /&gt;“Setelah itu, baru kita bangun sea wall di kawasan pantai dekat Muara Padang,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pantai Parupuk, saat ini sedang dibangun groin sebanyak 9 buah dengan panjang menjorok ke laut 75 meter. Selain itu, di Parupuk ini, juga dibangun sea wall sepanjang 400 meter.Dari pantauan di lapangan, daerah terparah yang dihantam gelombang jelas daerah yang belum ada groin dan sea wall-nya, seperti di pantai dekat Muara, dan Parupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjau: Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Walikota Padang Fauzi Bahar saat meninjau Pantai Padang dan Pasie Sabalah yang diterjang gelombang pasang setinggi 3 meter, Jumat (18/5).Gubernur menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Pemko Padang untuk para korban di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, yang telah ada groin dan sea wall, gelombang dapat dipecah lebih awal, sehingga hanya pecahan yang meluap ke jalan.“Dalam waktu secepatnya kita akan kumpulkan data dan segera mengajukan penambahan anggaran ke Departemen PU. Ini sudah mendesak, dan menyangkut kehidupan masyarakat banyak,” kata Khalawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, jelas Khalawi, pihaknya juga telah menyampaikan perlunya peningkatan pengamanan di sepanjang pantai di Kota Padang. Pada tahun 2005, gelombang pasang juga sempat meluap ke jalan, dan menghantam sejumlah kawasan perumahan.“Karena kejadiannya terus berulang, dan kembali terjadi, kita berharap Departemen PU bisa segera mengabulkan permohonan kita,” harap Khalawi optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung pengamanan kawasan pantai di semua daerah di Sumbar, Khalawi menyatakan, belum bisa dibangun secara menyeluruh. Kendalanya lagi-lagi soal anggaran. “Karena itu pembangunan pengamanan pantai itu pakai skala prioritas, dengan melihat kepadatan penduduk, dan strategisnya kawasan yang akan diamankan.” (mon)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-2154901425758133859?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/2154901425758133859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=2154901425758133859&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2154901425758133859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2154901425758133859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/pengaman-pantai-padang-belum-memadai.html' title='Pengaman Pantai Padang Belum Memadai'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-1309803442607519876</id><published>2007-05-08T23:34:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T23:37:20.006-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah harus ubah Konsep Pariwisata</title><content type='html'>resource : JAKARTA (Media). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah harus mengembangkan konsep ekowisata untuk menyelamatkan sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu diperlukan sebuah pola baru dalam mengembangkan aset wisata budaya dan alam, yang benar-benar menciptakan kemakmuran masyarakat. Sebab selama ini pola konvensional yang dipakai para pelaku usaha di dunia wista hany berorientasi pada kepentingan investasi, konsesi pasar, dan membuka lapangan kerja&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasihat Lingkungan Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas Krystyna Krassowska menyampaikan hal itu dalam sebuah seminar di Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pariwisata bukan alat mengurangi kemiskinan. Jangan eliru karena sebenarnya yng berkontribusi untuk devisa adalah aset yang mendukung seperti hotel, jasa transportasi, dan layanan turis," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk pengentasan kemiskinan, kata dia, selama ini hanya seekdar kemampuan mempekerjakan masyarakat lokal, tanpa ada kemampuan mengorganisasi pariwisata lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selan itu, jika akses informasi masyarakat setempat tertutup dan kontrol kepemilikan sumber daya lingkungan mereka dihilangkan, keberadaaan pariwisata pariwisata justru akan mematikan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini wajah buruk turisme. Masyarakat lokal bersama pemerintah harus berani mengatakan tidak kepada turis yang hanya merusak alam dan budaya setempat. Masuknya pariwisata membuat masyarakat makin rentan secara ekonomi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi memperoleh devisa negara sebanyak-banyaknya, kerapkali pengusaha dan pemerintah setempat mengabaikan faktor ekologi dalam pengembangan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah hutan disulap menjadi penginapan, eksploitasi sumber daya alam untuk menjual daerahnya demi devisa, harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain Sekretaris Jenderal Dapartemen kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar mengatakan pemerintah akan mengembangkan program ekowisata yang bisa meningkatkan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekowisata menjadi salah satu pilihan karena wilayah Indonesia sangat kaya dengan alam yang indah. "Program ekowisata unggulan yang dijalankan tahun ini dilaksanakan di lima wilayah, yakni Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT," kata Sapta (Ccr/ Win/ H-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Media Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-1309803442607519876?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/1309803442607519876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=1309803442607519876&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1309803442607519876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/1309803442607519876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/pemerintah-harus-ubah-konsep-pariwisata.html' title='Pemerintah harus ubah Konsep Pariwisata'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-2275342852011071462</id><published>2007-05-08T23:23:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T23:30:12.119-07:00</updated><title type='text'>Grup Hotel Bintang Lima di Dubai dan Qatar Tawarkan 66 Ribu Peluang Kerja Pariwisata pada Indonesia</title><content type='html'>resource : http://www.budpar.go.id&lt;br /&gt;posted : 7 may 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Kompetensi dan Kerjasama, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Berman Lubis mengatakan, Qatar dan Dubai menawarkan kepada Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terdidik di bidang pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok grup hotel bintang lima , Jumeriah dari Dubai, Uni Emirat Arab menawarkan peluang kerja di bidang pariwisata sebanyak 44 ribu tenaga kerja hingga tahun 2009. Sedangkan Qatar Hotel Company menawarkan peluang kerja di bidang pariwisata 22 ribu tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil pertemuan dengan Grup Hotel Jumeriah Dubai dan Qatar Hotel Company di Dubai dan Qatar baru-baru ini, mereka minta kepada Indonesia agar dapat memenuhi tawaran itu," kata Berman seusai mendampingi Jean Cyril Jullienne dari Hotels Constance dan Irwan Indrayana Dirut PT Bina Adidaya Mandiri (BAM) perusahaan PJTKI pengirim tenaga bidang pariwisata bertemu dengan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Depbudpar Putu Laksaguna di gedung Sapta Pesona Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Hotels Constance melalui PT BAM saat ini tengah merekrut 50 tenaga kerja bidang pariwisata untuk segera mengisi posisi di sejumlah hotel dan resort grup hotel tersebut yang tersebar di Mauritius, Seychlelles, Maldives, maupun Madagaskar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui Depbudpar telah melakukan rencana tindak, menyusul adanya permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, agar melakukan tiga langkah strategi kebijakan di bidang pariwisata yakni berpihak (pro) pada pertumbuhan (pro-growth), pro-pada pengentasan kemiskinan (pro-poor) serta pro pada penciptaan lapangan kerja (pro-job).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam pro-job, tahap awal kita melakukan penjajakan ke sejumlah pasar di luar negeri di antaranya Dubai dan Qatar. Dari pertemuan dengan grup hotel terbesar di sana, mereka menawarkan kepada kita untuk segera dapat memenuhi kebutuhan tenaga pariwisata dalam jumlah besar hingga tahun 2009," kata Berman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran Dubai yang berpenduduk 5,8 juta orang, 800 ribu merupakan penduduk lokal dan 5 juta adalah ekspatriat. Dengan demikian setiap tahunnya membutuhkan tenaga hospitality dalam jumlah besar. Hal serupa juga terjadi di Qatar. Kedua kota Internasional itu menginginkan tenaga kerja bidang pariwisata dari Indonesia, India, Srilangka, dan Banglades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berman mengatakan, Depbudpar dalam waktu dekat akan melakukan penjajakan pasar (road show) ke sejumlah negara di antaranya Australia, dan Selandia Baru untuk menangkap peluang kerja pariwisata yang natinya dapat diisi oleh tenaga kerja dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat hingga kini terdapat 175 perguruan tinggi dan akademi pariwisata termasuk Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di bawah Depbupar. Lebih dari 1.000 sekolah kejuruan pariwisata (SMIP) tersebar di berbagai daerah yang setiap tahun mencetak banyak lulusan. (Humas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-2275342852011071462?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/2275342852011071462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=2275342852011071462&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2275342852011071462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2275342852011071462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/grup-hotel-bintang-lima-di-dubai-dan.html' title='Grup Hotel Bintang Lima di Dubai dan Qatar Tawarkan 66 Ribu Peluang Kerja Pariwisata pada Indonesia'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-6108034764769799091</id><published>2007-05-08T00:42:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T02:51:22.336-07:00</updated><title type='text'>PT.KEUMALA SARANA WISATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;David Khudri Adnan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Please introduce our Travel Patners in West Sumatra :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT.KEUMALA SARANA WISATA&lt;br /&gt;KEUMALA HOLIDAY&lt;br /&gt;Jl. Beringin No.29 F Lolong Padang - West Sumatra&lt;br /&gt;Ph: 0751-7855145, 445774&lt;br /&gt;Fax: 0751-445774&lt;br /&gt;Mobile: 081267 19730&lt;br /&gt;YM: davidhudri@yahoo.com&lt;br /&gt;E-mail (1): keumala_holiday@telkom.net&lt;br /&gt;E-mail (2): davidkeumala@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RkAqfgZA_sI/AAAAAAAAAAc/bkxJnqgqLak/s1600-h/davidkhudri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RkAqfgZA_sI/AAAAAAAAAAc/bkxJnqgqLak/s320/davidkhudri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062092701923606210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-6108034764769799091?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/6108034764769799091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=6108034764769799091&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/6108034764769799091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/6108034764769799091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/ptkeumala-sarana-wisata.html' title='PT.KEUMALA SARANA WISATA'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/RkAqfgZA_sI/AAAAAAAAAAc/bkxJnqgqLak/s72-c/davidkhudri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-8995811822170971354</id><published>2007-05-08T00:14:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T00:20:20.759-07:00</updated><title type='text'>Danau Kembar diatas dan dibawah</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judulnaskah"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Sumber : http://www.padangekspres.co.id/&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td&gt;    &lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemkab Solok telah menganggarkan dana secara bertahap Rp1,3 miliar pada tahun 2006 untuk melengkapi infrastruktur dan sarana prasarana Danau Kembar Resort. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;D&lt;span style="font-size:85%;"&gt;iproyeksikan, hingga tuntas nantinya sesuai siteplan-nya tidak kurang menyedot dana Rp10 miliar. &lt;br /&gt;”Ini peluang bagi kita untuk mengembangkan dan memajukan kepariwisataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, BIM dekat ke Padang, sehingga wisatawan akan berkunjung pula ke Kabupaten Solok. Tak hanya menikmati suguhan objek wisata, namun juga mereka akan berbelanja dan menginap. Makanya, kita harus membenahi objek wisata yang belum terkelola maksimal,” hemat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Syamsir Panai optimis ketika berbicara dalam jumpa pers di Arosuka, beberapa waktu lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-8995811822170971354?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/8995811822170971354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=8995811822170971354&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/8995811822170971354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/8995811822170971354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/danau-kembar-diatas-dan-dibawah.html' title='Danau Kembar diatas dan dibawah'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-2878785126086737512</id><published>2007-05-07T20:42:00.000-07:00</published><updated>2007-06-10T09:28:18.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intro'/><title type='text'>reginabahariindo adventures and marine tourism</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rj_yugZA_rI/AAAAAAAAAAU/HpmuxV5otvQ/s1600-h/image315.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rj_yugZA_rI/AAAAAAAAAAU/HpmuxV5otvQ/s320/image315.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062031386970488498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Regina Bahari Indo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Adventures and Marine Tourism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Regina Bahari Indo Company just establish in West Sumatera, this company employee the people who compentence in Marine and adventures for many year, we look forward for amazing progress, please check the link www.reginabahariindo.wetpaint.com for more information.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Detail Contact :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Elvis Kasmir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Managing Director&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jl. Pampangan No. 54 Padang 25227&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;West Sumatera, Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Telp : 62 751 7810835&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Fax : 62 751 64884&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Mobile : 62 8197531357&lt;br /&gt;YM : vis79@yahoo.com&lt;br /&gt;Skype : reginabahariindo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;E-mail : &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="mailto:reginabahariindo@telkom.net"&gt;reginabahariindo@telkom.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="mailto:vis79@yahoo.com"&gt;vis79@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Website 1 : &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/" target="_top"&gt;http://reginabahariindo.wetpaint.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;Website 2 : &lt;a href="http://reginabahariindo.ueuo.com"&gt;http://reginabahariindo.ueuo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;click also the link belows :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/PT.+Regina+Bahari+Indo" target="_top"&gt;Home&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Sikuai+Island+Resort" target="_top"&gt;Sekuai Island&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Raflesia+Arnoldi+Flower" target="_top"&gt;Raflesia Flower&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Water+Fall%2C+Minangkabau+Village" target="_top"&gt;Minang Village&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Trekking%2C+Mountaint+Climbing" target="_top"&gt;Trekking/Climbing&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Bukittinggi" target="_top"&gt;Bukittinggi&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Transportation" target="_top"&gt;Transportation&lt;/a&gt;][&lt;a href="http://reginabahariindo.wetpaint.com/page/Mentawai+Surfing+Boat" target="_top"&gt;Surfing Boat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-2878785126086737512?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://reginabahariindo.wetpaint.com' title='reginabahariindo adventures and marine tourism'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/2878785126086737512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=2878785126086737512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2878785126086737512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/2878785126086737512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/05/sumbar-news.html' title='reginabahariindo adventures and marine tourism'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WZZJ_v1WFlQ/Rj_yugZA_rI/AAAAAAAAAAU/HpmuxV5otvQ/s72-c/image315.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8769589503462467118.post-3555858496265322958</id><published>2007-04-11T00:50:00.000-07:00</published><updated>2007-04-11T00:56:08.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intro'/><title type='text'>Introduction about us</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText3" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;We would like to help community of Padang, by improving tourism industry with helping so many people. It is sound impossible, but we never know for next year.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;For the first small step, our company employing local people which capability on work. Mainly they could working as a team. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;This company offering help for tourism industry in Padang. By handling client with professional without judging them from any issues.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText3" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8769589503462467118-3555858496265322958?l=sumbarnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnews.blogspot.com/feeds/3555858496265322958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8769589503462467118&amp;postID=3555858496265322958&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/3555858496265322958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8769589503462467118/posts/default/3555858496265322958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnews.blogspot.com/2007/04/introduction-about-us.html' title='Introduction about us'/><author><name>Elvis Kasmir</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WZZJ_v1WFlQ/SQhTB8_Z3WI/AAAAAAAAAIk/JKJXdlHYdFk/S220/elvis13.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
