Sumbar News

The West Sumatera Tourism Info www.sumbarnews.blogspot.com
     

Partner Links

Regina Adventures
Jasa Web
Elvis Kasmir

 
Thursday, November 8, 2007

New Sikuai Island Resort



Sikuai Surga Wisata
Penjelajahan pesona alam Sumatera Barat tidak bakal lengkap bila tidak mengunjungi salah satu panorama alam pantai yang cukup mengagumkan, Pulau Sikuai.
Pulau Sikuai yang masuk teritorial Kota Padang, semestinya menjadi pilihan utama bagi wisatawan menikmati pesona pantai terindah.
Inilah salah satu pulau di Sumbar yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Untuk mencapainya pun hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dengan menggunakan speed-boat dari Pelabuhan Bungus. Petualangan wisata dapat dimulai dengan perjalanan menuju Pelabuhan Bungus, Jalan yang berkelok serta menaiki bukit menjadi suguhan pemandangan yang sangat menarik.

Dari atas bukit dapat kita nikmati hamparan birunya laut, pemandangan Kota Padang dan juga nampak kesibukan pelabuhan Teluk Bayur. Selain itu juga, di sepanjang jalan bisa kita lihat monyet-monyet bergelantungan dengan bebasnya di pohon. Hal ini membuat kita lupa akan kondisi jalan berkelok-kelok dan naek turun yang biasanya membuat mabuk darat. Saat sampai di Pelabuhan Bungus, pelabuhan ini adalah pelabuhan kecil yang jaraknya hanya beberapa kilo dari pelabuhan Teluk Bayur. Nampak sepi, karena tidak banyak kapal yang merapat di pelabuhan ini, karena kapal-kapal besar yang digunakan untuk berdagang atau untuk penumpang akan berlabuh di pelabuhan Teluk Bayur. Hanya tampak beberapa kapal nelayan kecil yang merapatkan kapal-kapalnya di pelabuhan ini.

Di Pelabuhan Bungus ini, ada kapal penyeberangan ke Pulau Sikuai, dan dalam satu hari dua kali yang diatur pihak resort, pertama pukul 10.30 WIB dan yang kedua pukul 15.00 WIB. Sampai di pelabuhan bungus penggunjung sudah ditunggu oleh pihak hotel yang mengabarkan speed-boat-nya sudah siap tapi kami masih harus menunggu satu rombongan lagi dari Jakarta yang belum datang. Hanya membutuhkan waktu hampir 20 menit dengan menggunakan speed-boat rombongan wisatawan sudah sampai di kawasan Pulau Sikuai yang berpasir putih.

Selama perjalanan menuju pulau Sikuai, kembali mata kita dimanjakan dengan keindahan alam dari pantai pesisir Sumatera Barat ini. Nampak sebelah kiri jejeran pulau-pulau kecil dengan pesona pasir putih yang menarik. Dan di sebelah kanan seluas mata kita memandang, hamparan laut biru yang luas. Sesekali kami berpapasan dengan kapal-kapal nelayan tradisional yang sedang menangkap ikan. Semua ini menyadarkan kita akan kebesaran Sang Pencipta. Ombak yang tenang, pemandangan yang indah menjadikan perjalanan 45 menit ini terasa sangat singkat, akhirnya kami tiba di anjungan kapal Pulau Sikuai. Pulau seluas 5 hektar ini telah menjadi kawasan wisata yang di kuasai oleh kelompok Pusako dengan resort Sikuainya, jadi selain karyawan resort dan tamu, maka tidak ada lagi penduduk di pulau ini.

Deretan Bungalow

Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, pengunjung dihadapkan pada pemandangan sebuah bukit yang menjulang di tengah pulau, deretan bungalow-bungalow yang tersusun rapih dan makin kagum melihat jernihnya air laut sehingga bisa melihat ikan yang berlari-lari di dalam jernihnya air. Air lautnya bewarna biru tua dan sangat bersih. Turun dari kapal, pengunjung disambut dengan welcome drink, air kelapa muda woww segarnya, setelah melakukan aktivitas check in, pengunjung langsung bisa membawa peratalatan renang, alat snorkling dan perbekalan makan dan langsung berjalan kaki menyusuri bibir pulau mengikuti jalur tracking yang telah disedikan pihak resort untuk mengelilingi pulau ini.

Sinar matahari yang terik tidak kami hiraukan. Selain pemandangan yang sangat menggoda, sepanjang jalur tracking ini masih banyak pohon-pohon yang rindang yang menaungi kita dari terik matahari. Pulau Sikuai masih tampak sangat asri dan bersih, serta memiliki hutan dan alam yang belum terusik, Kerap dari wisatawan yang berkunjung ke pulau ini berhenti sejenak untuk mengagumi pemandangan yang ada di depan mata, hamparan laut luas, ombak yang pecah di batu karang, burung bangau yang sedang memangsa ikan-ikan kecil, hanya suara debur ombak dan suara-suara khas hutan yang terdengar, saya merasa seperti terdampar di tengah pulau yang tidak berpenghuni.

Satu hal yang bisa dirasakan pengunjung atau wisatawan bila ingin merasakan begitu nikmatnya suasana wisata di pulau ini adalah dengan menikmati lezatnya nasi kapau di hamparan pasir putih, sesekali harus menggeser tempat karena di gusur riak ombak, laut biru, angin sepoy-sepoy, sebuah sensasi yang begitu menyenangkan dan menjadi acara piknik terindah. Selain menikmati indahnya pemandangan pulau Sikuai di daratan, para pengunjung pun disuguhi pemandangan bawah laut yang cukup mengagumkan, dengan banyaknya iringan ikan warna-warni yang menggoda, semakin dalam kita menyelam semakin indah pemandangan bawah laut nya.

Sementara di tengah Pulau Sikuai ini ada perbukitan kecil, yang di puncaknya ada sebidang tanah lapang, dan diberi nama Sunset Plaza. Di sini, setiap sore kita bisa meyaksikan ke eksotikan alam yaitu, matahari tenggelam. Setelah cuaca kembali cerah dan capek kami hilang, kami langsung berjalan menaiki puncak bukit melalui tangga-tangga yang telah ada, lumayan melelahkan, tetap semua rasa lelah itu hilang setelah kita sampai di puncak bukit. Pemandangan yang luar biasa menyambut kami di puncak bukit, susunan pulau-pulau kecil sekitar Sikuai tampak bertebaran, sekelompok burung yang sesekali terbang melintasi di atas kita, wow luar biasa. (febi)

posted by Elvis Kasmir at 1:57 AM

0 comments



Saturday, August 11, 2007

Regina Adventures


New Website establish in West Sumatera for the people who like organised for many tour adventures trip such surfing, trekking, climbing etc with the compatitive price please check out the address www.reginaadventures.com

and also provide for hotel voucher, transportation and guiding.

Contact :
Regina Adventures
Jl. Pampangan No. 54 Padang 25227
Sumbar , Indonesia
Phone : +62 751 7810835
Fax : +62 751 64884
Mobile : +62 8197531357
Y! : vis79
Skype : reginabahariindo
E-mail : info@reginaadventures.com
Web : www.reginaadventures.com

posted by Elvis Kasmir at 9:41 PM

0 comments



Thursday, July 19, 2007

Gunung Kerinci


HIGHLIGHTS of KERINCI
  • The Kerinci Seblat is one of the strongholds of endangered species like the Sumatran tiger, Sumatran rhinoceros, many kind of rare birds and other Flora and Fauna.
  • Kerinci Mountain (3,805m) is the highest mountain of Indonesia outside of West Papua.
  • Danau Kerinci is beautifully located in the Kerinci valley. The lake covers a total area of 4,200ha.
  • Danau Belibis Beside the Kerinci Mountain, still in the high area, can be climb for 3 hours to go there total area of 3 ha
  • Danau Gunung Tujuh (1996 m), the highest volcanic lake in SouthEast Asia is located within the area of the Kerinci Seblat National Park.

The Kerinci District

The district (Kabupaten) of Kerinci, located within the Province of Jambi, consists of a flat valley surrounded by the mountains of the Kerinci Seblat National Park. The district has a total area of 4,200 km2 of which roughly 60% is covered by the National Park. The climate is pleasantly mild although it receives considerable rain (3,500 mm per year) especially during the rainy season, which reaches its peak between October and December. The driest months are June to August. Sungai Penuh is the capital of the district, which consists of eleven sub districts.

Danau Kerinci and other Lakes

Danau Kerinci is located 16 km south of Sungai Penuh. The lake (783 m) covers a total area of 4,200 ha and is up to 110 m deep. Although it is a beautifully located lake, there are basically no facilities for tourists available.
Danau Gunung Tujuh (51 km north of S.P., 1,996 m, 1,000 ha). This is the highest crater lake in Southeast Asia. It takes about 4 hours to climb the lake from the village of Pelompek, 8 km beyond Kersik Tua.
Danau Belibis (2,050m, 3 ha) can be reached from Kersik Tuo or from Gunung Labu village (ca. 2 hrs walk). Danau Lingkat (1,100m, 12 ha,) can be reached from the village of Lempur Mudik (Subdistrict Gunung Raya). Some rafts are provided for those who want to fish or discover this beautiful lake.

Sumurup Hotsprings

There is a small natural hot pool with a diameter of ca. 15 m in which local tourists boil eggs and bananas. It is also a popular place for those who wish to disappear without leaving any trace. About once a year, so people told me, someone jumps into the pool. After a few hours a thin layer of oil is all what's left. In these cases the popular bath houses will be closed for two weeks to allow the water to become clean again.

Prehistoric Sites

As with the southern Sumatran regions of Pasemah and Lampung, Kerinci too has a number of megalithic remains. Famoous are the Batu Berukir and the Batu Lesung in the village of Muak, Sub-District Gunung Raya, 23 km from Sungai Penuh.

if you are interested climbing the mountaince, watch bird or find the flower, Kerinci is the place, just contact Mr. Elvis Kasmir at elviskasmir@yahoo.co.id for Organised for your journey or visit our web http://reginabahariindo.ueuo.com

posted by Elvis Kasmir at 5:52 PM

0 comments




sumber : padang ekspress online

Sijunjung, Padek—Aieangek merupakan suatu kawasan wisata petualangan yang sangat kompleks dan ramai dikunjungi wisatawan domestik. Di kawasan ini banyak tersimpan objek wisata. Salah satu potensi objek wisata alam yang sangat unik dan terkenal adalah goa (Ngalau) Loguang yang terletak di antara dua pemandian air panas serta hutan lindung yang dialiri air Sungai Tanggalo.

Kawasan wisata Aieangek dihubungi oleh jalan aspal sepanjang 14 Km dari Ibukota Kecmatan Sijunjung atau 20 Km dari ibukota Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Muaro Sijunjung. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat, roda dua dan jalan kaki sambil menikmati keindahan alam wisata yang menawan. Bagi wisata yang mempunyai hobi menelusuri goa maka Ngalau Loguang merupakan pilihan yang tepat karena memiliki berbagai keunikan tersendiri dengan panjang sekitar 7 Km dan mempunyai satu buah pintu masuk yang dilengkapi dengan tangga pengaman serta enam buah jendela yang dapat digunakan sebagai pintu keluar.

Di dalam Ngalau terdapat ornamen yang indah dan elok berupa gelantungan stalagtid dan stalagmid secara bebas dengan berbagai bentuk dan warna yang mempesona serta dilengkapi suara gemercik air yang berasal dari aliran sungai kecil yang sangat dingin sebagai tempat hidup berbagai macam ragam jenis ikan dan binatang jinak lainnya. Sedangkan di tengah-tengah Ngalau ditemui dataran luas yang dapat digunakan untuk kegiatan santai dan arena kemping serta diselingi suara berbagai jenis burung sehingga menambah semaraknya suasana dan sejuknya udara di dalam Ngalau. (*)

posted by Elvis Kasmir at 8:33 PM

0 comments




sumber content : padangekspress.online
Sekali waktu, seorang pendaki gunung professional kaliber dunia pernah ditanyakan tentang obsesinya menjamahi puncak-puncak tertinggi dunia, ”Mengapa anda mendaki gunung?” Pertanyaan menggelitik itu lalu dijawab dengan sangat sederhana, ”Because it is there..”(Malory).

Jawaban fenomenal itu kini melegenda dan menjadi standar referensi jawaban bagi pendaki gunung di seluruh dunia tentang hobbi gila yang sering dipertanyakan orang ini. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersembunyi yang tidak bisa terungkapkan dengan sekadarkata-kata. Apa yang kita rasakan ketika berada di ketinggian beberapa ribu meter di atas permukaan laut? Suatu ketika di mana kita bisa menatap sunset yang perlahan memancarkan warna lembayung nan memukau dengan untaian awan bergelantungan yang seakan-akan kita berada di atasnya sambil menikmati secangkir kopi hangat yang ditemani belaian angin yang terasa dingin.

Tentu hati kita akan berdecak kagum bukan? Nah, pengalaman memberikan kedamaian batin tersebut merupakan kepingan dari kenikmatan yang bisa dirasakan oleh seorang pendaki gunung. Sebuah hobi dan wisata yang tak semua orang akan bisa mengerti tentang kepuasan yang tereksploitasi lewat mendaki gunung.Untuk apa sih mendaki gunung? Apa sih yang dicari di sana? Kegiatan yang identik dengan ransel besar (carrier), topi lapangan, dan sepatu trekking yang sepintas mirip tentara di medan perang ini memang masih terasa aneh di mata masyarakat kita. Apalagi citra yang terlihat oleh masyarakat awam saat ini mendaki gunung tak lebih dari sekadar hura-hura oleh kaum hedonis.

Bahkan terasa asing dilihat sama halnya seperti makanan franchise (waralaba) barat yang belakangan mulai merambah selera lokal, sebut saja seperti pizza, ayam goreng, mie rebus, dan lain sebagainya, awalnya terasa asing kehadirannya, karena masih terasa ”aneh” di lidah.Namun lambat laun, justru kemudian menjadi ikon bagi makanan ekslusif kelas rakyat yang mampu diterima masyarakat.Dan peminat lokal pun bejibun jumlahnya yang menandakan tanggapan berupa apresiasi positif untuk ”diizinkan” hadir di tengah-tengah kebutuhan mereka. Di sini pun terlihat bahwa setiap orang memiliki corak tersendiri dalam memilih upaya pengaktualisasikan dirinya. Seperti makanan ”impor” tadi, pendaki gunung pun demikian halnya.

Setiap orang butuh pencarian sensasi (sensation seeking) agar mereka terlihat actual dan memahami diri (self estimate) akan keberartian mereka. Nah, itulah alasannya kenapa setiap warung franchise tampilannya harus elegan dan kaca ruangannya harus bening (tembus pandang), sehingga orang dari luar bisa melihat siapa konsumen yang berada di dalamnya. Dan bagi konsumen sendiri akan meningkatkan rasa percaya diri, lantaran mereka mendapatkan estimasi diri berupa ”kebanggaan” telah berada di ruang makan yang ekslusif dan elegan.Sebuah kata kunci untuk proses pencapaian kebahagiaan hidup yang tidak bisa diukur oleh satuan materi melainkan hanya bisa diraba melalui kepuasan batin, hal itu pula yang dirasakan kenikmatannya oleh seorang pendaki gunung.

Digandrungi Anak Muda

Mendaki gunung beberapa kurun waktu belakang memang cukup digandrungi oleh kawula muda. Meski tidak jarang juga ada orang yang usia paruh baya mencintai hobi yang satu ini (bisa jadi masa mudanya dulu memang sudah mengenal hobi ini dengan baik). Hampir setiap akhir pekan atau pada masa liburan, route pendakian gunung ramai dijelajahi. Bahkan untuk skala dunia, beberapa negara tertentu seperti di Nepal, Swiss, Australia dan lainnya yang memiliki wisata gunung telah menjadikan objek pendakian gunung sebagai sumber pendapatan negara mereka.

Paket wisata gunung ini dikemas secara baik sehingga menarik peminat dari berbagai belahan dunia.Begitu juga halnya dengan di negara kita, meski belum terkelola dengan optimal, objek pendakian gunung memang sangat menjanjikan. Di Sumatera Barat sendiri misalnya memiliki route pendakian gunung yang tidak kalah menarik. Gunung Merapi, Singgalang, Talamau, Kerinci, adalah baru sejumlah kecil wisata gunung yang menjadi incaran pendaki gunung. Vegetasi khas hutan tropis Sumatera menjadi daya tarik tersendiri baik bagi pendaki lokal, maupun dari mancanegara.

Sensation seeking bagi seorang pendaki gunung memang sebuah harga yang tidak bisa ditawar. Mungkin itulah alasan pembenaran yang tepat ditujukan di samping alasan-alasan lain yang terlalu sulit dimengerti oleh orang yang belum pernah mendaki gunung. Namun pencarian sensasi yang dimaksud di sini bukan sekadar gagah-gagahan untuk pamer unjuk kehebatan atau keberanian pada orang lain, melainkan upaya mencari sensasi (rasa baru) yang lebih menantang dan bisa mengeluarkan ”kejutan-kejutan” dari potensi diri yang selama ini mungkin masih terpendam. Rasa inilah yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Rasa Puas

Rasa ”bebas “ dan puas menikmati tantangan-demi tantangan serta melintasi pemandangan yang menakjubkan.Dengan mendaki gunung seorang pendaki bisa berinteraksi langsung dengan alam, mengenal karakter alam dan lingkungan sekitarnya. Selama pendakian, seorang pendaki gunung akan dihadapkan pada tantangan dan rintangan yang harus dihadapi dalam situasi yang tidak menentu. Kondisi ini persis halnya dengan menjalani kehidupan sehari-hari. Kita dihadapkan permasalahan-permasalahan yang mana menuntut kita harus tetap bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun. Nah, mendaki gunung bisa diibaratkan sebagai replika kecil dari potongan perjalanan hidup. Dimana nantinya akhir dari perjuangan ini akan mengantarkan kita ke posisi puncak keberhasilan seperti yang kita impikan.

Mencapai Puncak

Mencapai puncak memang tujuan utama dari sebuah pendakian gunung. Dan momen-momen yang sangat dinantikan yang membuat semua rasa lelah dan pengorbanan semua seakan terbayar justru ketika detik-detik waktu mencapai puncak gunung. Ketika butiran-butiran keringat yang tak terhitung lagi jumlahnya membasahi sekujur tubuh dan ketika otot-otot kaki mulai terasa lelah melangkah dan ketika nyali dan keberanian mulai dipertanyakan, di saat itulah sensasi tersebut didapatkan.

Sensasi berupa kepuasan mengatasi rintangan baik dari dalam diri dan dari lingkungan. Gejolak berupa luapan emosi yang telah berhasil mengatasi ego sendiri.Apalagi bila ketinggian gunung yang dicapai tersebut memiliki nilai achievement yang tinggi, puncak Everest misalnya, mungkin tidak hanya senyum kepuasan yang akan terlontar, bahkan tangisan rasa syukur bercampur haru pun tak akan mungkin terelakkan. Besarnya tingkat kesulitan medan yang dilalui dalam setiap gunung berbeda antara gunung yang satu dengan yang lain. Untuk tipikal gunung tertentu, setiap pendakian harus disesuaikan dengan kondisi terakhir dari gunung yang akan didaki berdasarkan informasi yang didapat, baik dari penduduk setempat maupun dari pendaki sebelumnya.

Semua ini dilakukan semata keselamatan pendakian. Meski mendaki gunung merupakan wadah untuk menemukan sensation seeking, namun kegiatan ini bukanlah hanya bermodalkan nekad dan keberanian saja. Di gunung kita memang ditempa untuk tampil berani, tetapi tidak untuk mati. Kita diajarkan berani justru untuk jujur menghadapi kehidupan itu sendiri. Dan mendaki gunung juga bukan merupakan ajang pelarian diri dari kepahitan hidup, namun justru menemukan sisi lain dari hidup yang bisa ambil hikmahnya untuk kehidupan yang lebih berkualitas.

Tidaklah mengherankan mengapa mendaki gunung bisa menimbulkan ketagihan. Kedamaiaan yang dijanjikan, keberanian yang ditawarkan, keakraban yang diciptakan membuat pendaki gunung begitu mendampakan kembali kedatangannya ke sini. Larut dalam irama alam,mendengarkan kicauan burung yang ramah menyapa serta gemericik air yang mengalir di sela-sela bebatuan cadas semakin melengkapi kerinduan seorang pendaki bilamana rutinitas kerja telah membuatnya begitu lama berpisah dari gunung. Sebuah ”kegilaan” yang aneh memang, tapi sarat dengan pembelajaran hidup, menghargai hidup, dan menikmati kehidupan itu sendiri. (Fauzan G Wardhana, Anggota Mapala Unand)

posted by Elvis Kasmir at 8:17 PM

0 comments



 
About Me
Name:
Elvis Kasmir
Location:


View My Profile

Previous Posts
New Sikuai Island Resort
Regina Adventures
Gunung Kerinci
Kapan Lagi ke Ngalau Loguang, Sawahlunto Sijunjung
Temukan Sensation Seeking di Gunung
Objek Wisata Pantai Padang, Satu Gigit Dua Rasa
Kunjungan Wajib Pelancong Malaysia, Rumah Kelahira...
Pantai Tiram Ula'an Pariaman
Pariwisata Kota Padang
Jual Pariwisata Tak Butuh Biaya Mahal

Archives
04/11/07
05/07/07
05/08/07
05/18/07
05/31/07
06/10/07
06/16/07
06/17/07
07/19/07
08/11/07
11/08/07


Powered by Blogger
     
optional footer
blogger template designed by savatoons web design.